Seorang ibu pernah curhat pada saya.
Katanya, anak pertamanya malas bekerja.
Kegiatannya hanya tidur di siang hari dan nongkrong sambil merokok di malam hari. (menurut pendapat sang ibu)
Berjuta kekesalan diceritakan pada saya.
Seolah tidak ada lagi secuil kebaikan anaknya yang terlihat.
Lalu dibandingkanlah dengan anak kedua dan ketiganya.
Mereka semua rajin bekerja dan mempunyai pendapatan sendiri.
Anak keduanya disanjung-sanjung.
Anak ketiganya dipuji-puji.
Sedangkan anak pertamanya tetap terpuruk di sudut hati sang ibu.
Saya menangis dalam hati.
Sebelum Hari Raya Idul Fitri...
Anak keduanya menggelapkan uang THR di tempatnya bekerja.
Anak ketiganya tidak akan mudik untuk bersilaturahmi.
Tinggal anak pertamanya yang selalu ada.
Menjaga orang tuanya yang semakin termakan usia.
Ah...
Saya memang bete ketika mendengar orang tua membangga-banggakan anaknya.
Tetapi saya akan semakin bete jika mendengar orang tua yang selalu menjelekan darah dagingnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar